Penerbangan berbiaya murah

Penerbangan berbiaya murah


Frontier Airlines, salah satu maskapai biaya murah asal AS
 https://www.airplane-pictures.net/photo/280925/n902fr-frontier-airlines-airbus-a319/

     LCC??? Pernahkah anda mendengar kata tersebut?? Buat sebagian orang, nama tersebut adalah singkatan dari Low Cost Carrier. Low Cost carrier adalah jenis untuk maskapai yang melayani penerbangan dengan harga tiket yang murah tapi menghapus layanan tertentu. Konsep ini awalnya diperkenalkan di AS sebelum masuk Eropa pada 1990-an. Laker Airways juga melayani penerbangan LCC jarak jauh London ke New York dengan layanan 'Skytrain' nya tapi dihapus karena dikalahkan oleh Pan Am dan British Airways.

Ciri-ciri LCC:
- Maskapai tipe ini biasanya hanya mengoperasikan 1 unit pesawat (entah 737 atau A320)
- Harga tiket yang dijual biasanya termasuk Airport Tax.
- Tidak ada pelayanan seperti Maskapai kelas Premium.
- No Frill, artinya Makanan dan minuman gratis dihilangkan. Kalau mau, harus bayar.

Murah tapi selamat??
Buat sebagian orang, penerbangan murah pasti berisiko terhadap keselamatan. Mereka akan mengira dengan harga tiket yang murah berarti keselamatannya buruk. Saat ini, operator biaya rendah umum nya juga mengutamakan keselamatan. Operator umumnya mengoperasikan satu jenis pesawat (entah itu 737 atau A320 Family). Ini dimaksudkan agar pihak maskapai cukup menyimpan satu suku cadang yang sama dan agar tetap efisien. Adam Air merupakan gambaran yang jelas tentang biaya murah tapi keselamatannya tidak diperhatikan sehingga terjadi kecelakaan beberapa kali dan 1 pesawat kesasar.

Buat saya, terbang dengan Low Cost Carrier merupakan kesempatan yang wajar. Untuk Hiburan dipesawat dan layanan makanan umumnya sengaja dihapus mengingat untuk menekan biaya yang murah. Saya juga pernah terbang dalam salah satu penerbangan Citilink, untuk makan saya bayar untuk dimakan diatas pesawat. Adapun maskapai yang menyediakan hiburan diatas pesawat dalam bentuk TV tapi untuk menggunakannya harus bayar.

Dalam operasional nya, maskapai LCC biasanya memerlukan turnaround selama 30-35 menit untuk operasional nya yang murah. Kadang maskapai-maskapai ini tidak memerlukan garbarata yang menghubungkan Terminal bandara dengan pesawat. Saya pernah naik Indonesia Air Asia dari Terminal 3 pada 2015, naik pesawat nya lewat tangga yang lebih murah biaya nya. Kesannya, garbarata yang dipasang di Terminal tersebut menjadi tidak berguna. Bahkan LCC dari Irlandia, Ryanair, sampai menggunakan tangga portable sendiri di pesawat nya agar lebih mengemat biaya.


https://airportsandairlines.com/ryanair-crew-pressured-to-boost-in-flight-sales/
Salah satu model bisnis LCC yang diterapkan pada Ryanair, yaitu berjualan diatas penerbangan.
Hal yang sama dilakukan pada maskapai LCC umumnya.
  
Bicara soal makan dan minum, bisa saja yang dijual onboard lebih mahal dari yang di restoran. Mengapa?? Menurut saya, mungkin penjualan ini sebagai tambahan. Jadi salah satu model bisnis maskapai LCC memang seperti ini. Malah kalau terbang dengan Ryanair (maskapai LCC asal Irlandia) harga makan onboard bisa lebih mahal 10x lipat dari harga normal. Bahkan, bagasi dikenakan biaya.

Terbang dengan maskapai Low Cost Carrier sih tidak masalah tapi memang tanggung sendiri resiko nya. Adapun maskapai LCC Jarak Jauh Singapura bernama Scoot memberlakukan pelayanan yang sama. Jika penumpang terbang dengan Economy Class, makanan, minuman, dan hiburan tidak disediakan kecuali bayar (Untuk makanan & minuman bisa pre-order) atau beli di Bandara. Hiburan bisa sewa onboard atau bawa sendiri. Untuk Business Class  (di Scoot namanya ScootBiz), penumpang akan diberikan welcome drink, pelayanan seperti maskapai Full Service. Mungkin pelayanan seperti ini berlaku pada Air Asia X, pesaing Scoot.

Buat Anda yang terbiasa terbang dengan maskapai medium service atau full service, jika terbang dengan LCC, siap-siap bakal bosan karena tidak ada makanan gratis, hiburan, dan lain-lain. Justru buat saya, terbang dengan LCC merupakan hal biasa karena saya sering terbang dengan LCC.

Low Cost Carrier memiliki jadwal penerbangan yang beragam. Salah satunya Lion Air. Lion Air memiliki beragam rute penerbangan. Malah kalau jumlah penumpang nya 'membludak' bahkan melebihi kapasitas, bisa saja terjadi keterlambatan atau delayed. Di sisi persaingan tampaknya LCC akan sama-sama sengit mengingat model bisnis yang dijalankannya. Di Asia Tenggara ada Lion Air dan Air Asia yang bersaing ketat. Di Eropa ada Ryanair dan Easyjet.com (LCC Inggris). Di AS juga ada Frontier, JetBlue, Southwest, dan lain-lain.

Komentar